background: url(http://4.bp.blogspot.com/-9m4lO9UWVUM/Uo1SaNnLa4I/AAAAAAAABWI/mfwa35gG86E/s1600/Gambar+Background+Blog+ViperGoy.png) fixed repeat;

Minggu, 17 Juni 2012

KONDUKSI JANTUNG


KONDUKSI JANTUNG
Jantung merupakan organ tubuh yang tersusun dari serabut otot yang membentuk empat ruangan, seperti terlihat dalam Gambar 1. Ruangan yang atas disebut atrium (kanan dan kiri) dan yang bawah disebut ventrikel (kanan dan kiri). Diantara atrium dan ventrikel terdapat katup (valve) yaitu trikuspid dan Mitral. Katup tersebut dapat dilewati darah hanya dalam satu arah saja yaitu dari atrium ke ventrikel. Atrium kanan berhubungan dengan vena cava (superior dan inferior) dan berfungsi menampung darah dari seluruh tubuh. Atrium kiri berhubungan dengan pulmonary vein dan berfungsi menampung darah dari paru-paru. Ventrikel kanan berhubungan dengan pulmonary artery melalui pulmonary valve, berfungsi menampung darah dari atrium kanan dan memompakannya ke paru-paru. Ventrikel kiri terhubung ke aorta melalui aortic valve, berfungsi menampung darah dari atrium kiri dan memompakannya ke seluruh tubuh.
sa+node+1

Gambar 1. Ilustrasi bagian-bagian jantung

Jantung berfungsi memompa darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh. Cara jantung memompa darah adalah dengan melakukan kontraksi secara bergantian antara atrium dan ventrikel, dengan irama yang teratur dan terus menerus sepanjang hidup. Bekerjanya jantung didukung oleh dua sistem yang ada dalam jantung yaitu sistem kontraksi dan sistem konduksi.
Sistem konduksi diperlihatkan dalam Gambar 2 dan berfungsi mengatur kerja jantung melalui sistem kontraksi. Cara pengaturan kerja jantung dapat diuraikan sebagai berikut. Simpul SA membangkitkan impuls dengan rate normal sekitar 70 bpm (beat per menit). Impuls ini melalui bachmann’s bundle disebarkan ke seluruh dinding atrium, sehingga membuat sel-sel dalam dinding atrium mengalami depolarisasi. Depolarisasi pada atrium ini kemudian diikuti oleh kontraksi atrium.
http://sandurezu.files.wordpress.com/2010/01/new-picture-11.png?w=400&h=277
Gambar 2. Sistem konduksi jantung
Dari atrium, impuls diteruskan ke Simpul AV melalui internodal fiber. Di dalam Simpul AV, impuls mengalami penundaan sekitar 100 ms yang fungsinya memberikan waktu kepada atrium untuk menyelesaikan kontraksinya sebelum ventrikel mulai berkontraksi. Dari       Simpul AV, impuls diteruskan ke Bundle of His, ke Left dan Right Bundle branches, dan menyebar ke seluruh dinding ventrikel melalui Purkinje fibers. Menyebarnya impuls ke seluruh dinding ventrikel membuat ventrikel mengalami depolarisasi yang kemudian diikuti dengan kontraksi ventrikel. Setelah itu proses berulang kembali dimulai dari Simpul SA.
Dari proses kerja jantung tersebut terlihat bahwa Simpul SA membangkitkan impuls-impuls dengan ritme yang teratur. Simpul SA dapat membangkitkan impuls karena sel-selnya mempunyai otomatisitas. Otomatisitas ini terjadi karena sel-sel tersebut mempunyai potensial istirahat yang nilainya kurang negatif, yaitu antara -60 mV sampai -70 mV. Potensial membran yang kurang negatif ini membuat penutupan yang tidak penuh pada kanal sodium terpicu-tegangan. Akibat penutupan yang tidak penuh ini ion sodium masih dapat masuk ke dalam membran sel melalui kanal ini, yang membuat potensial istirahat membran (yaitu fase 4 depolarisasi) tidak konstan. Potensial ini menjadi semakin kurang negatif (potensial membran naik menuju nol), seperti terlihat dalam Gambar 3.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9e/SinusRhythmLabels.svg/300px-SinusRhythmLabels.svg.png
Gambar 3. Potensial membran sel pacemaker. MDP (maximum negative diastolik potential) – potensial diastolik negatif maksimum, TP (threshold potential) – potensial ambang
Semakin kurang negatifnya potensial membran membuat konduktivitas membran terhadap ion sodium menjadi semakin tinggi sehingga aliran ion sodium ke dalam sel menjadi semakin cepat hingga dicapai potensial ambang (trheshold), yaitu sekitar -40 mV. Bila sel-sel dalam Simpul SA telah mencapai potensial ambang maka kanal kalsium-sodium terpicu-tegangan terbuka dan terjadilah proses depolarisasi yang disebut dengan depolarisasi spontan. Depolarisasi spontan inilah yang membangkitkan impuls potensial aksi yang selanjutnya dihantarkan ke atrium maupun ke ventrikel.
Disamping Simpul SA, masih ada beberapa bagian lain dalam sistem konduksi yang sel-selnya juga mempunyai kemampuan melakukan depolarisasi spontan. Bagian-bagian itu adalah Simpul AV, Bundle of His, Bundle branches, dan Purkinje fibers. Perbedaannya dengan sel di Simpul SA adalah rate impuls yang dibangkitkan lebih rendah dibandingkan rate yang dibangkitkan Simpul SA. Rate yang dibangkitkan Simpul SA berkisar antara 60 sampai 100 bpm, sedang yang dibangkitkan di tempat lain dalam sistem konduksi adalah antara 50 dan 60 bpm di Simpul AV, Bundle of His, Bundle branches, dan antara 30 dan 40 bpm di Purkinje fibers.
Bagian-bagian dalam sistem konduksi yang sel-selnya mempunyai kemampuan melakukan depolarisasi spontan disebut sebagai pemacu (pacemaker). Dari uraian sebelumnya terlihat bahwa ada lebih dari satu pemacu dalam sistem konduksi. Akan tetapi, walaupun ada lebih dari satu pemacu, dalam kondisi normal hanya ada satu pemacu yang bekerja. Hal ini dimungkinkan oleh adanya perbedaan rate pada masing-masing pemacu. Rate dari Simpul SA yang lebih cepat dari rate yang dibangkitkan di tempat lain dalam sistem konduksi akan membuat sel-sel dalam sistem konduksi menerima rangsangan impuls dari Simpul SA lebih dulu sebelum sel-sel tersebut sempat melakukan depolarisasi spontan. Dengan demikian, pada kondisi normal, rate dari semua bagian dalam sistem konduksi selalu mengikuti rate dari Simpul SA. Oleh karena itu Simpul SA ini disebut sebagai pemacu asli (native pacemaker).
Pada kondisi tidak normal, ada kemungkinan sistem konduksi tidak dapat menerima impuls dari Simpul SA. Penyebabnya dapat karena Simpul SA memang tidak membangkitkan impuls, ataupun karena terjadi hambatan pada sistem konduksi sehingga impuls dari Simpul SA tidak sampai ke Simpul AV. Jika Simpul AV tidak menerima impuls dari Simpul SA maka sel-selnya dapat melakukan depolarisasi spontan. Dengan demikian, pada kondisi tidak normal ini fungsi Simpul SA sebagai pemacu telah diambil alih oleh Simpul AV. Bila misalnya ternyata Simpul AV ini juga mengalami kegagalan, maka fungsi pemacu akan diambil alih oleh pemacu di bawahnya, begitu seterusnya. Mekanisme ini merupakan pengamanan, agar jantung dapat tetap berdenyut walaupun terjadi gangguan pembangkitan impuls pada Simpul SA. Pemacu-pemacu yang bekerja hanya jika terjadi kondisi tidak normal ini disebut sebagai pemacu tersembunyi (latent pacemaker).
System kelistrikan jantung bersumber dan dimulai dari nodus sinoatrial yang terletak diantara pertemuan vena kava superior dan atrium kanan. Sinyal listrik kemudian disebarkan ke seluruh atrium melalui nodus interartrial (anterior,media dan posterior) dan ke atrium kiri melalui bundle dari bachman. Di antara atrium dan ventrikel pada sulkus artrioventrikuler terdapat suatu struktur jaringan ikat (cardiac skeleton) yang berfungsi sebagai tempat melekatnya katup jantung. Secara elektris, komponen ini bersifat sebagai penyekat ( insulator ) sehingga sinyal listrik tadi tidak dapat lewat ke ventrikel kecuali melalui Nodus Artrioventrikuler (NAV). Selanjutnya impuls masuk ke bundle His, yang merupakan bagian pangkal (proksimal) dari system his-purkinje yang bersifat menghantarkan listrik dengan sangat cepat. Kemudian sinyal listrik ini diteruskan ke berkas cabang kanan dan kiri dan berakhir pada serabut purkinje dan miokard untuk membuat otot jantung berkontraksi


Gambar-6.-Ilustrasi-bagian-bagian-jantung

1.      Simpul/Nodus Sino-Atrial (SA)

            Simpul Sino-Atrial (SA) merupakan kepingan berbentuk sabit dari otot yang mengalami spesialisasi dengan lebar kira-kira 3 mm dan panjang 1 cm, simpul ini terletak pada dinding posterior atrium kanan tepat dibawah dan medial terhadap muara vena kava superior, serabut-serabut simpul ini masing-masing bergaris tengah 3 – 5 mikron, berbeda dengan serabut otot atrium sekitarnya yang bergaris tengah 15-20 mikron.
Tetapi, serabut  SA berhubungan langsung dengan serabut atrium sehingga setiap potensial aksi yang mulai pada simpul SA segera menyebar ke atrium dan meyebabkan seluruh atrium terangsang.
            Disebut pemacu alami karena secara teratur mengeluarkan aliran listrik impuls yang kemudian menggerakkan jantung secara otomatis. Pada keadaan normal, impuls yang dikeluarkan frekuensinya 60-100 kali/menit. Respon dari impuls SA memberikan dampak pada aktifitas atrium. SA node dapat menghasilkan impuls karena adanya sel-sel pacemaker yang mengeluarkan impuls secara otomatis. Sel ini dipengaruhi oleh saraf simpatis dan parasimpatis.

Irama otomatis serabut sinoatrial.
            Sebagian terbesar serabut jantung mempunyai kemampuan eksitasi sendiri yang dapat menyebabkan berirama otomatis. Ini terutama terjadi pada serabut-serabut system penghantar peroses jantung. Bagian system ini yang terutama menunjukkan eksitasi sendiri adalah serabut simpul SA. Berdasarkan alasan ini simpul SA biasanya mengatur kecepatan denyut seluruh jantung. Serabut SA sedikit berbeda dari sebagian terbesar serabut otot jantung lainnya, yaitu hanya mempunyai potensial membrane istirahat dari 55 – 60 mvolt, dibandingkan dengan 85-95 mvolt pada sebagian terbesar serabut lainnya, potensial istirahat yang rendah ini disebabkan oleh sifat membrane yang mudah ditembus oleh ion natrium. Kebocoran natrium ini juga yang menyebabkan eksitasi sendiri dari serabut SA.

Lintasan Internodal Dan Penghantaran Impuls Jantung Keseluruh Atrium
            Ujung serabut simpul SA bersatu dengan serabut otot atrium yang ada disekitarnya, dan potensial aksi yang berasal dari simpul SA berjalan keluar, masuk serabut tersebut. Dengan jalan ini, potensial aksi menyebar keseluruh masa otot atrium dan akhirnya juga kesimpul AV. Kecepatan penghantaran dalam otot atrium sekitar 0,3 meter/detik. Tetapi penghantaran sedikit lebih cepat dalam beberapa berkas kecil serabut otot atrium, sebagian diantaranya berjalan langsung dari simpul SA kesimpul AV dan menghantarkan impuls jantung dengan kecepatan sekitar 0,45-0,6 meter/detik. Lintasan ini yang dinamakan lintasan intermodal.

2.Simpul/Nodus Atrioventrikular (AV)

            Letaknya didalam dinding septum (sekat) atrium sebelah kanan tepat diatas katup trikuspidalis dekat muara sinus koronarius, serabut simpul AV bila tidak dirangsang oleh suatu sumber dari luar ,mengeluarkan impuls dengan kecepatan berirama intrinsic 40 – 60 kali/menit. AV node mempunyai dua fungsi penting sebagai berikut :
1. Impuls jantung ditahan disini selama 0,1 atau 100 ml/detik, untuk memungkinkan pengisian ventrikel selama atrium berkontraksi
2. Mengatur jumlah impuls atrium yang mencapai ventrikel.  Penundaan penghantaran pada simpul AV, system penghantaran diatur sedemikian rupa sehingga impuls jantung tidak berjalan dari atrium ke ventrikel terlalu cepat, ini member peluang bagi atrium untuk mengosongkan isinya kedalam ventrikel sebelum kontraksi ventrikel mulai. Terutama simpul AV dan serabut penghantar penyertanya bahwa penundaan penghantaran impuls ini dari atrium ke ventrikel.

3.Bundle His

            Berfungsi menghantarkan impuls dari nodus AV ke sistem bundle branch. Terletak di septum interventrikular dan bercabang 2, yaitu :
1. Right bundle branch ( RBB/ cabang kanan ), mengirim impuls ke otot jantung ventrikel kanan
2. Leaft bundle branch ( LBB/ cabang kiri ), yang terbagi dua yaitu :

ü  Deviasi kebelakang (left posterior vesicle) menghantarkan impuls ke endokardium ventrikel kiri bagian posterior dan inferior
ü  Deviasi kedepan (left anterior vesicle) menghantarkan impuls ke endokardium ventrikel kiri bagian anterior dan superior.

4.Sistem Purkinje
Merupakan bagian ujung dari bundle branch. Menghantarkan atau mengirimkan impuls menuju lapisan subendokard pada kedua ventrikel, sehingga terjadi depolarisasi yang diikuti oleh kontraksi ventrikel. Serabut purkinje yang meninggalkan simpul AV melalui berkas AV dan masuk kedalam ventrikel mempunyai sifat-sifat fungsional yang sangat berlawanan dengan sifat-sifat fungsional serabut simpul AV, serabut purkinje mengeluarkan impuls dengan kecepatan antara 20 – 40 kali/menit, serabut ini merupakan serabut yang sangat besar, bahkan lebih besar dari pada serabut otot ventrikel normal, dan serabut ini menghantarkan impuls dengan kecepatan 1,5 – 4 meter/detik, suatu kecepatan sekitar 6 kali kecepatan dalam otot jantung biasanya dan 150 kali kecepatan dalam serabut sambungan. Hal ini memungkinkan penghantaran impuls jantung yang sangat cepat keseluruh system ventrikel.

Distribusi serabut-serabut purkinje didalam ventrikel.
            Serabut purkinje, setelah berasal dari dalam simpul AV, membentuk berkas AV, yang kemudian menyusup melalui jaringan fibrosa diantara katup-katup jantung dan kemudian kedalam system ventrikel. Berkas AV hampir segera membagi diri kedalam cabang-cabang berkas kanan dan kiri yang terletak di bawah endokardium sisi septum masing-masing. Tiap-tiap cabang ini berjalan kebawah menuju apeks ventrikel masing-masing, tetapi kemudian membagi menjadi cabang-cabang kecil dan tersebar di sekitar tiap-tiap ruang ventrikel dan akhirnya kembali ke dasar jantung sepanjang dinding lateral. Serabut Purkinje terminal menembus massa otot untuk berakhir pada serabut otot. Dari saat impuls jantung pertama-tama memasuki berkas AV sampai ia mencapai ujung serabut purkinje, waktu total yang berlaku hanya 0,03 detik. Jadi, suatu impuls jantung memasuki system purkinje, ia menyebar hampir dengan segera keseluruh permukaan endokardium otot ventrikel. Pengaturan Eksitasi Dan Penghantaran Didalam Jantung Simpul SA Sebagai Pemacu Jantung
            Pembangkitan dan penghantaran impuls jantung keseluruh bagian jantung, dalam keadaan normal, impuls muncul dari simpul SA. Tetapi ini tidak perlu terjadi dalam keadaan abnormal, karena bagian-bagian lainnya dari jantung dapat memperlihatkan kontraksi berirama dengan cara yang sama seperti serabut simpul SA, ini terutama terjadi pada simpul AV dan serabut purkinje. Serabut simpul AV, bila tidak dirangsang oleh suatu sumber dari luar, mengeluarkan impuls dengan kecepatan berirama intrinsic 40-60 kali/menit, dan serabut purkinje mengeluarkan impuls diantara 20 – 40 kali/menit. Kecepatan ini berbeda dengan kecepatan normal simpul SA sebesar 60 -100 kali/menit
Frekwensi simpul SA jauh lebih besar dari pada simpul AV atau serabut purkinje. Setiap kali simpul SA mengeluarkan impuls, impulsnya dihantarkan ke serabut AV dan purkinje, sehingga melepaskan muatan membrane peka rangsang mereka. Kemudia semua jaringan ini, seperti juga simpul SA, kembali dari potensial aksi dan menjadi sangat terhiperpolarisasi. Tetapi simpul SA kehilangan hiperpolarisasi ini jauh lebih cepat dari pada dua lainnya dan memancarkan impuls baru sebelum salah satu dari dua lainnya dapat mencapai ambang mereka untuk eksitasi sendiri. Impuls baru ini sekali lagi melepaskan muatan simpul AV dan serabut purkinje. Proses ini berlangsung terus menerus, simpul SA selalu merangsang jaringan-jaringan lain yang mempuanyai potensi untuk eksitasi sendiri sebelum eksitasi sendiri itu dapat benar-benar terjadi. Jadi, simpul SA mengatur denyut jantung karena kecepatan impuls beriramanya lebih besar dari pada bagian jantung lainnya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa simpul SA merupakan pemacu jantung normal.
Sel-sel otot jantung mempunyai susunan ion yang berbeda antara intrasel dan ekstrasel . Terdapat tiga ion yang mempunyai fungsi penting dalam elektrofisiologi : Na, K dan Ca.
Keadaan istirahat potensial membran bagian luar dan dalam tidak sama. Membran sel otot jantung pada saat istirahat berada dalam keadaan polarisasi, bagian esktrasel potensial lebih positif dibanding intrasel. Dengan perbedaan tekanan -90 mlvolt sampai -60 mlvolt. Bila membran otot jantung dirangsang sifat permeabilitas berubah sehingga ion Na masuk kedalam sel yang menyebabkan potensial berubah dari -90 mlvolt menjadi + 20 mlvolt , proses ini dinamakan depolarisasi. Setelah proses depolarisasi selesai maka potensial membran kembali ke keadaan semula yang disebut proses repolarisasi.
http://1.bp.blogspot.com/-nzcjwVz02ms/Ta2Jm067LhI/AAAAAAAAAFU/XORTb5bY1RM/s200/New+Picture+%252821%2529.png

http://1.bp.blogspot.com/-izVICbaIQhk/Ta2Ju2n_UlI/AAAAAAAAAFY/pLFzbGr_Mjg/s320/New+Picture+%252822%2529.png

Potensial Aksi
                                                                                                                                                            Aktivitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membrane sel, yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membrane tersebut.
Potensial aksi dibagi menjadi 5 fase :
Fase istirahat (fase 4) pada keadaan istirahat bagian luar sel jantung bermuatan positif dan bagian dalam bermuatan negative
Ø  Fase 0  awal potensial aksi yang berupa garis vertical ke atas yang merupakan lonjakan potensial hingga mencapai +20 mV. Lonjakan potensial dalam daerah intraseluler ini disebabkan oleh masuknya ion Na+ dari luar ke dalam sel.
Ø  Fase 1 masa repolarisasi awal yang pendek, dimana potensial kembali dari +20 mV mendekati 0 mV.
Ø  Fase 2  fase datar di mana potensial berkisar pada 0 mV. Dalam fase ini terjadi gerak masuk dari ion Ca++ untuk mengimbangi gerak keluar dari ion K+
Ø  Fase 3 masa repolarisasi cepat dimana potensial kembali secara tajam pada tingkat awal yaitu fase 4
http://2.bp.blogspot.com/-CWoZDIiYil4/Ta2J0WTEZeI/AAAAAAAAAFc/2IBtwX5Mrbg/s320/New+Picture+%252823%2529.png

Aktivitas jantung yang dimulai dari keadaan istirahat, kemudian kontraksi atrium, disusul kontraksi ventrikel, dan kembali istirahat merupakan suatu siklus yang berulang terus menerus sepanjang hidup. Aktivitas kelistrikan yang mengatur siklus kerja jantung ini dapat direkam dengan menggunakan alat yang disebut elektrokardiograf, dan hasil rekamannya disebut elektrokardiogram yang disingkat EKG atau ECG. Gambar 4 memperlihatkan sebuah contoh rekaman EKG selama satu siklus jantung.
Gambar-4.-Contoh-rekaman-EKG-selama-satu-siklus-jantung
Gambar 4. Contoh rekaman EKG selama satu siklus jantung
Dalam rekaman EKG, satu siklus jantung terdiri atas beberapa gelombang, yaitu gelombang-gelombang P, Q, R, S, T, dan U. Gelombang-gelombang tersebut berhubungan dengan aktivitas listrik yang terjadi di dalam jantung, yang dalam Gambar 4 ditunjukkan oleh warna yang sama antara Gambar 4.(a) dan Gambar 4.(b). Gelombang P ditimbulkan oleh depolarisasi atrium; gelombang Q, R, dan S yang bersama-sama membentuk kompleks QRS ditimbulkan oleh depolarisasi ventrikel; dan gelombang T ditimbulkan oleh repolarisasi ventrikel. Gelombang U kemungkinan ditimbulkan oleh repolarisasi serabut Purkinje.

Sistem Konduksi Jantung
Sistem konduksi (listrik jantung) yang berperan dalam pencatatan pada EKG, yang terdiri dari :
A.    Bentuk Gelombang dan Interval EKG
            Pada EKG terlihat bentuk gelombang khas yang disebut P, QRS, dan T, sesuai dengan penyebaran eksitasi listrik dan pemulihannya melalui sistem hantaran dan miokardium. Gelombang – gelombang ini direkam pada kertas grafik dengan skala waktu horisontal dan voltase vertikal. Makna bentuk gelombang dan interval pada EKG adalah sebagai berikut :

1.      Gelombang P
            Sesuai dengan depolarisasi atrium. Rangsangan normal untuk depolarisasi atrium berasal dari nodus sinus. Namun, besarnya arus listrik yang berhubungan dengan eksitasi nodus sinus terlalu kecil untuk dapat terlihat pada EKG. Gelompang P dalam keadaan normal berbentuk melengkung dan arahnya ke atas pada kebanyakan hantaran.
Pembesaran atrium dapat meningkatkan amplitudo atau lebar gelombang P, serta mengubah bentuk gelombang P. Disritmia jantung juga dapat mengubah konfigurasi gelombang P. misalnya, irama yang berasal dari dekat perbatasan AV dapat menimbulkan inversi gelombang P, karena arah depolarisasi atrium terbalik.
1.      Interval PR
            Diukur dari permulaan gelombang P hingga awal kompleks QRS. Dalam interval ini tercakup juga penghantaran impuls melalui atrium dan hambatan impuls melalui nodus AV. Interval normal adalah 0,12 sampai 0,20 detik. Perpanjangan interval PR yang abnormal menandakan adanya gangguan hantaran impuls, yang disebut bloks jantung tingkat pertama.
2.      Kompleks QRS
            Menggambarkan depolarisasi ventrikel. Amplitudo gelombang ini besar karena banyak massa otot yang harus dilalui oleh impuls listrik. Namun, impuls menyebar cukuop cepat, normalnya lamanya komplek QRS adalah antara 0,06 dan 0,10 detik. Pemanjangan penyebaran impuls melalui berkas cabang disebut sebagai blok berkas cabang (bundle branch block) akan melebarkan kompleks ventrikuler. Irama jantung abnormal dari ventrikel seperti takikardia juga akan memperlebar dan mengubah bentuk kompleks QRS oleh sebab jalur khusus yang mempercepat penyebaran impuls melalui ventrikel di pintas. Hipertrofi ventrikel akan meningkatkan amplitudo kompleks QRS karena penambahan massa otot jantung. Repolasisasi atrium terjadi selama massa depolarisasi ventrikel. Tetapi besarnya kompleks QRS tersebut akan menutupi gambaran pemulihan atrium yang tercatat pada elektrokardiografi.
3.      Segmen ST
            Interval ini terletak antara gelombang depolarisasi ventrikel dan repolarisasi ventrikel. Tahap awal repolarisasi ventrikel terjadi selama periode ini, tetapi perubahan ini terlalu lemah dan tidak tertangkap pada EKG. Penurunan abnormal segmen ST dikaitkan dengan iskemia miokardium sedangkan peningkatan segmen ST dikaitkan dengan infark. Penggunaan digitalis akan menurunkan segmen ST.
5. Gelombang T
Repolarisasi ventrikel akan menghasilkan gelombang T. Dalam keadaan normal gelombang T ini agak asimetris, melengkung dan ke atas pada kebanyakan sadapan. Inversi gelombang T berkaitan dengan iskemia miokardium. Hiperkalemia (peningkatan kadar kalium serum) akan mempertinggi dan mempertajam puncak gelombang T.
4.      Interval QT
            Interval ini diukur dari awal kompleks QRS sampai akhir gelombang T, meliputi depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. Interval QT rata – rata adalah 0,36 sampai 0, 44 cdetik dan bervariasi sesuai dengan frekuensi jantung. Interval QT memanjang pada pemberian obat – obat antidisritmia seperti kuinidin, prokainamid, sotalol (betapace) dan amiodaron (cordarone).

CARDIOVASCULAR SYSTEM part 1: REGULATION OF HEART RATE

http://1.bp.blogspot.com/_DJOxEcTZK54/S8Mo21TI04I/AAAAAAAAAGg/LvgGw_TrQsY/s320/Frank-Starling+Law+of+the+Heart01.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_DJOxEcTZK54/S8Mo2UmfWjI/AAAAAAAAAGY/vtFgfozg_bU/s320/bp022_arterial_pressure.gif
http://2.bp.blogspot.com/_DJOxEcTZK54/S8Mo1jK2I2I/AAAAAAAAAGQ/u-WEtQ2yiwI/s320/heart_33.jpg
Denyut jantung (heart rate/ HR) merupakan salah satu penentu utama dalam semua fungsi jantung. Cardiac Output (CO) secara umum ditentukan oleh denyut jantung (heart rate/ HR) secara proporsional.
HR merupakan fungsi intrinsik SA (sinoatrial) node (depolarisasi spontan) tetapi dipengaruhi oleh faktor konduksi jantung, autonomik, sistem saraf pusat, dan humoral yang berespon terhadap kondisi internal dan eksternal.
Mekanisme neural bekerja mengontrol HR alamiah pada jantung dengan mengubah kecepatan konduksi pada AV (atrioventricular) node. Sinyal dari reseptor autonom di sirkulasi ditransmisikan ke batang otak yang akan menentukan apakah akan ditingkatkan HR melalui sistem simpatis atau diturunkannya HR melalui sistem vagal. HR normal dikontrol terutama oleh tonus vagal.
Denyut intrinsik normal dari SA node pada dewasa muda adalah 90-100 kali/ menit, tetapi akan berkurang sesuai dengan umur menurut rumus:
HR intrinsik normal adalah= 118 – ( 0,57x Umur)
Aktivitas vagal yang meningkat akan memperlambat HR melalui stimulasi reseptor kolinergik M2, sedangkan peningkatan aktivitas simpatis akan meningkatkan HR melalui aktivasi simpatis melalui reseptor beta-1 dan terutama reseptor beta-2.
Aktivitas elektrik internal jantung dapat direkam menggunakan alat yang disebut Elektrocardiograf (ECG/EKG). Alat ini merekam konduksi atau penajalaran listik internal jantung dan menampilkan dalam bentuk gelombang. Gelombang pada EKG disebut gelombang P-QRS-T, ini merupakan 1 siklus urutan dari perjalanan impuls dari nodus sinoauricularis sampai ke ventrikel.


Gambar 5. Keterangan Gelombang Hasil perekaman EKG 
terhadap penjalaran Impuls Listik Jantung


http://duniaaskep.files.wordpress.com/2011/10/sinusarrhytmia-1.png?w=335&h=99

Gambar 6. Perekaman EKG terhadap penjalaran impuls listrik jantung
Siklus Jantung/ Cardiac Cycle
      Siklus jantung adalah dimulainya 1 denyut jantung hingga denyut jantung berikutnya. Satu denyut jantung terdiri dari kontraksi (sistole) dan relaksasi (diastole) di ke empat ruang jantung. Adapun siklus jantung: Isovolumetric Relaxation à Ventricular filling à Isovolumetric contraction à Ventricular ejection.

1.      Isovolumetric Relaxation
-      Pengisian ventrikel (ventricular filling) terjadi ketika ventrikel dalam keadaan diastol (sehingga tekanan di ventrikel menjadi rendah dan memudahkan darah mengalir menuju ventrikel).
-      Awalnya, atrium dalam keadaan diastol. Dalam keadaan ini, tekanan di atrium lebih tinggi dari ventrikel tapi tekanan atrium lebih rendah dari tekanan di vena cava dan vena pulmonalis. Sehingga darah secara pasif masuk ke atrium.
-      Setelah periode diastol, akan diikuti oleh sistol atrium. Pada saat sistol, tekanan di atrium pasti lebih tinggi daripada ventrikel, sehingga darah akan aktif mengalir menuju ventrikel.
-      Sehingga dapat disimpulkan bahwa darah tidak akan masuk ke dalam ventrikel sampai terjadi siklus selanjutnya. Bila ventricular filling ini berakhir, maka disebut End Diastolic Volume (EDV).




2.      Ventricular filling
Kontraksi isovolumetrik terjadi ketika ventrikel berkontraksi sehingga menyebabkan tekanan di ventrikel meningkat. Hal itu disebabkan oleh katup atrioventrikular Kontraksi isovolumetrik terjadi ketika ventrikel berkontraksi sehingga menyebabkan tekanan di ventrikel meningkat. Hal itu disebabkan oleh katup atrioventrikular menutup dan terdengarlah bunyi jantung pertama (Lub) akibat penutupan tersebut lalu terjadi sedkit peningkatan tekanan sebelum katup semilunar membuka. Selama beberapa saat, kedua katup (AV dan semilunar) tertutup sementara ventrikel berkontraksi dan tidak ada darah yang keluar-masuk ruangan ini, sehingga disebut kontraksi isovolumetrik.

3.      Isovolumetric contraction
-      Ejeksi ventrikel terjadi ketika katup semilunar terbuka dan tekanan di ventrikel meningkat sehingga darah mengalir keluar ventrikel menuju aorta hingga tekanan di aorta sama dengan tekanan di ventrikel.
-      Ketika ventrikel berhenti berkontraksi dan mulai relaksasi maka tekanan di ventrikel sama dengan di aorta. Ventrikel tidak mengeluarkan atau memompa seluruh darah ke aorta, sehingga ventrikel terdapat darah sisa. Darah yang tersisa di ventrikel itu disebut End Systolic Volume (ESV).

4.      Ventricular ejection
-      Relaksasi isovolumetrik berlawanan dengan kontraksi isovolumetrik. Ketika tekanan ventrikel lebih rendah dari tekanan arteri (setelah sistol ventrikel berakhir), katup semilunar akan tertutup dan menimbulkan bunyi jantung kedua (Dub). Tetapi tekanan di ventrikel masih lebih tinggi daripada di atrium dan aktup atrioventrikular masih tetap tertutup.
-      Lalu, tekanan di ventrikel akan menurun (ketika ventrikel relaksasi) samapai tekanannya lebih rendah dari tekanan atrium, lalu katup atrioventrikular akan terbuka.
-      Periode atau jeda waktu antara penutupan katup semilunar hingga sebelum pembukaan katup atrioventrikular disebut relaksasi isovolumetrik.
http://4.bp.blogspot.com/-ZXotonobrho/TWMTof32DKI/AAAAAAAAAB8/NzkhhZTE8-k/s320/Skema+aktifitas+kerja+jantung+untuk+memompa+darah.jpg

Cardiac Output
            Setiap kali kontraksi, ventrikel akan memompa darah sebanyak dua-pertiga dari volume darah dalam ventrikel pada akhir diastolic. Jumlah darah yang dikeluarkan disebut fraksi ejeksi; sedangkan volume darah yang tertinggal di ventrikel pada akhir sistolik disebut volume akhir sistolik. Dalam 1 detik volume darah yang dipompa dari ventrikel disebut stroke volume/volume sekuncup jantung (Guyton dan Hall, 1997; Price dan Wilson, 2005).
            Cardiac output atau curah jantung  adalah volume darah yang dipompa oleh ventrikel selama satu menit, yang merupakan hasil kali dari denyut jantung (Heart Rate) dengan volume sekuncup (Stroke Volume).

Curah jantung = frekuensi jantung x volume sekuncup
Curah jantung rata-rata manusia adalah 5 L/menit. Namun demikian, curah jantung bervariasi untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi bagi jaringan perifer. Kebutuhan curah jantung bervariasi sesuai ukuran tubuh, sehingga indikator yang lebih akurat untuk fungsi jantung adalah indeks jantung. Indeks Jantung diperoleh dengan membagi curah jantung dengan luas permukaan tubuh, yaitu sekitar 3L/menit/m2 permukaan tubuh (Price dan Wilson, 2005).
              Pada kondisi fisiologis normal, apabila terjadi perubahan pada salah satu variable maka curah jantung dapat tetap dipertahankan konstan melalui penyesuaian kompensatorik dalam variabel. Misalnya, bila denyut jantung melambat, maka periode relaksasi ventrikel diantara denyut jantung menjadi lebih lama, sehingga meningkatkan waktu pengisian ventrikel. Dengan sendirinya volume ventrikel menjadi lebih besar dan darah yang dapat dikeluarkan per denyut menjadi lebih banyak. Sebaliknya, kalau volume sekuncup menurun, maka curah jantung dapat distabilkan dengan meningkatkan kecepatan denyut jantung. Tentu saja penyesuaian kompensasi ini hanya dapat mempertahankan curah jantung dalam batas tertentu. Perubahan dan stabilisasi curah jantung bergantung pada mekanisme yang mengatur kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup (Guyton dan Hall, 1997; Price dan Wilson, 2005).

Suplai arteri Jantung 

Terdapat variasi ukuran dan letak dari arteri koronaria. Sebagai contoh, pada sebagian orang, cabang  posterior interventikular dari arteri koronaria kanannya lebih besar dan menyuplai darah ke sebagian besar bagian ventrikel kiri sedangkan pada kebanyakan orang tempat ini disuplai oleh cabang anterior interventrikular dari arteri koronaria kiri. Contoh lain, nodus sino-atrial umumnya disuplai oleh cabang nodus dari arteri koronaria kanan, akan tetapi pada 30-40% populasi menerima suplai dari arteri koronaria kiri.

PACEMAKER
Alat pacu jantung adalah alat kecil yang diletakkan di bawah kulit dada atau perut untuk membantu kontrol ritme jantung abnormal. Perangkat ini menggunakan pulsa listrik untuk meminta jantung untuk berdetak pada tingkat yang normal. Alat pacu jantung digunakan untuk mengobati detak jantung yang terlalu lambat, cepat, atau tidak teratur. Ini irama jantung abnormal ini disebut aritmia. Alat pacu jantung dapat meringankan beberapa gejala berkaitan dengan aritmia, seperti kelelahan (kelelahan) dan pingsan. Alat pacu jantung dapat membantu seseorang yang memiliki irama jantung abnormal melanjutkan gaya hidup yang lebih aktif.


http://duniaaskep.files.wordpress.com/2011/10/ecg_leads.jpg?w=320&h=287
Dasar Fakta
Alat pacu jantung adalah alat kecil yang diletakkan di bawah kulit dada atau perut untuk membantu denyut jantung tidak teratur kontrol. Perangkat ini menggunakan pulsa listrik untuk meminta jantung untuk berdetak pada tingkat yang normal. Alat pacu jantung digunakan untuk mengobati detak jantung yang terlalu lambat, cepat, atau tidak teratur. Ini irama jantung abnormal ini disebut aritmia.
Alat pacu jantung dapat meringankan beberapa gejala berkaitan dengan aritmia, seperti kelelahan (kelelahan) dan pingsan, dan dapat membantu orang yang telah aritmia melanjutkan gaya hidup yang lebih aktif.
Alat pacu jantung adalah mirip dengan defibrillator cardioverter implan (ICD), tetapi ICD dapat menggunakan pulsa listrik energi yang lebih tinggi untuk mengobati aritmia berbahaya tertentu. (Untuk mengobati detak jantung yang cepat, alat pacu jantung dikombinasikan dengan ICD dalam satu perangkat.)

            Dokter mungkin menyarankan alat pacu jantung jika penuaan, penyakit jantung, atau faktor lain membuat jantung Anda berdetak terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur.

  
            Gejala seperti pingsan, sesak napas, dan kelelahan (kelelahan) mungkin karena detak jantung tidak teratur yang bisa memperbaiki alat pacu jantung. Dokter Anda akan mengkonfirmasi apakah Anda memerlukan alat pacu jantung berdasarkan gejala, obat-obatan yang Anda ambil, dan hasil tes.
Sebuah alat pacu jantung terdiri dari baterai, generator terkomputerisasi, dan kawat. Generator mengirimkan pulsa listrik yang memperbaiki atau mengatur irama jantung Anda, dan kabel membawa pulsa dari dan ke berbagai ruang jantung Anda dan generator.

    
        Operasi alat pacu jantung biasanya dilakukan di rumah sakit atau laboratorium jantung perlakuan khusus. Anda akan diberikan obat untuk membantu Anda bersantai. Operasi memakan waktu hanya beberapa jam, tetapi Anda akan tinggal di rumah sakit semalam sehingga dokter anda dapat memonitor irama jantung Anda dan pastikan alat pacu jantung Anda bekerja dengan benar.


    
        Masalah dari operasi alat pacu jantung jarang terjadi. Kebanyakan orang dapat kembali ke kegiatan normal dalam beberapa hari.
Dokter mungkin meminta Anda untuk menghindari olahraga berat atau mengangkat beban berat untuk waktu yang singkat setelah operasi Anda. Setelah Anda telah sepenuhnya pulih dari operasi, diskusikan dengan dokter anda berapa banyak dan apa jenis aktivitas fisik yang aman untuk Anda.
Setelah Anda memiliki alat pacu jantung, Anda harus menghindari kontak dekat atau lama dengan perangkat listrik atau perangkat yang memiliki medan magnet kuat. Anda juga perlu menghindari prosedur medis tertentu yang dapat mengganggu alat pacu jantung Anda.
Biarkan semua dokter Anda, dokter gigi, dan teknisi medis tahu bahwa Anda memiliki alat pacu jantung.
Memiliki alat pacu jantung Anda diperiksa secara teratur. Beberapa fungsi alat pacu jantung dapat diperiksa jarak jauh melalui panggilan telepon atau sambungan komputer ke Internet. Dokter mungkin meminta Anda untuk datang ke kantor nya untuk memeriksa alat pacu jantung Anda.
Baterai alat pacu jantung harus diganti setiap 5 sampai 15 tahun, tergantung pada seberapa aktif alat pacu jantung Anda. Kabel dari alat pacu jantung Anda mungkin juga perlu diganti akhirnya. Dokter anda dapat memberitahu Anda apakah Anda perlu mengganti alat pacu jantung atau kawat nya.
Kembali ke Atas Siapa Kebutuhan alat pacu jantung itu?
Dokter menyarankan alat pacu jantung untuk pasien untuk sejumlah alasan. Alasan yang paling umum adalah ketika jantung pasien berdetak terlalu lambat atau ada jeda yang panjang antara detak jantung.
Alat pacu jantung mungkin bermanfaat jika:


Penuan atau kerusakan jantung penyakit sinus simpul kemampuan Anda untuk mengatur kecepatan detak jantung yang benar untuk Anda. Kerusakan tersebut dapat membuat jantung Anda berdetak terlalu lambat, atau dapat menyebabkan jeda panjang antara detak jantung. Kerusakan juga bisa menyebabkan irama jantung Anda untuk bergantian antara lambat dan cepat.
Anda perlu mengambil obat jantung tertentu (seperti beta blockers), tetapi obat-obatan ini memperlambat detak jantung Anda terlalu banyak.
Sinyal-sinyal listrik antara bilik jantung Anda atas dan bawah yang sebagian atau seluruhnya diblokir atau diperlambat (ini disebut blok jantung). Penuaan, kerusakan pada jantung dari serangan jantung, atau kondisi jantung lainnya dapat mencegah sinyal listrik dari mencapai semua ruang jantung.
 Anda sering pingsan karena detak jantung yang lambat. Misalnya, ini mungkin terjadi jika arteri utama di leher yang memasok otak Anda dengan darah sensitif terhadap tekanan. Dalam Anda memiliki kondisi ini, hanya cepat balik leher dapat menyebabkan hati untuk mengalahkan lebih lambat dari biasanya. Ketika itu terjadi, tidak cukup darah dapat mengalir ke otak Anda, menyebabkan Anda pingsan.
Anda telah memiliki prosedur medis untuk mengobati aritmia disebut atrial fibrilasi. Alat pacu jantung dapat membantu mengatur detak jantung Anda setelah prosedur.
Anda memiliki masalah otot jantung yang menyebabkan sinyal listrik untuk bergerak melalui otot jantung terlalu lambat. (Alat pacu jantung Anda akan memberikan terapi sinkronisasi jantung untuk masalah ini.)
Untuk memutuskan apakah alat pacu jantung akan menguntungkan Anda, dokter akan mempertimbangkan gejala yang memiliki dari detak jantung yang tidak teratur, seperti pusing, pingsan dijelaskan, atau sesak napas. Dia juga akan mempertimbangkan apakah Anda memiliki riwayat penyakit jantung, obat apa saat ini Anda mengambil, dan hasil tes jantung.
Sebuah alat pacu jantung tidak akan direkomendasikan kecuali tes hati Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki detak jantung yang tidak teratur.
Tes yang Membantu Menentukan Apakah Anda Perlu sebuah Pacemaker
Sejumlah tes yang digunakan untuk mendeteksi aritmia. Dokter mungkin merekomendasikan beberapa atau semua tes.
EKG (Elektrokardiogram)
Ini tes sederhana dan tidak menyakitkan mendeteksi dan mencatat aktivitas listrik jantung. EKG menunjukkan seberapa cepat jantung berdetak dan irama jantung (stabil atau tidak teratur). Hal ini juga mencatat kekuatan dan waktu sinyal listrik ketika mereka melalui setiap bagian dari jantung. Holter monitor
Sebuah monitor Holter, juga disebut EKG rawat jalan, mencatat sinyal listrik jantung Anda selama 24 penuh - atau 48-jam periode. Anda memakai patch kecil yang disebut elektroda pada dada Anda yang dihubungkan oleh kabel untuk recorder, kecil portabel. Perekam dapat dipotong untuk sabuk, disimpan di saku, atau digantung di leher Anda.

            Selama 24 atau 48 jam, Anda melakukan aktivitas yang biasa Anda sehari-hari dan menjaga notebook, mencatat gejala yang Anda miliki dan waktu terjadi. Anda kemudian kembali baik perekam dan notebook ke dokter untuk membaca hasil. Dokter dapat melihat bagaimana jantung Anda berdebar pada saat Anda memiliki gejala.

            Tujuan dari monitor Holter adalah untuk merekam sinyal jantung pada saat aktivitas sehari-hari khas dan saat tidur, dan untuk menemukan masalah jantung yang mungkin terjadi hanya beberapa menit dari hari. Echocardiogram
Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menciptakan sebuah gambar bergerak hati Anda. Echocardiogram menunjukkan ukuran dan bentuk hati Anda dan seberapa baik jantung Anda memompa darah. Tes ini dapat mengidentifikasi area otot jantung yang tidak normal atau tertular mendapatkan aliran darah yang cukup. Elektrofisiologi studi

            Untuk studi elektrofisiologi, dokter benang kawat, kecil fleksibel dari pembuluh darah di lengan atau kaki ke jantung Anda. Kawat elektrik merangsang hati Anda untuk melihat bagaimana sistem listrik jantung Anda merespon. Stimulasi listrik membantu untuk menemukan di mana jantung sistem listrik rusak. Stress Test
Beberapa masalah jantung lebih mudah untuk mendiagnosis ketika jantung Anda bekerja lebih keras dan berdenyut lebih cepat dari kalau sudah beristirahat. Selama stress testing, Anda berolahraga untuk membuat jantung Anda bekerja lebih keras dan berdenyut lebih cepat sementara tes jantung, seperti EKG atau ekokardiogram, dilakukan.
Kembali ke Atas Bagaimana Apakah Kerja alat pacu jantung?
            Sebuah alat pacu jantung terdiri dari baterai, generator terkomputerisasi, dan kawat dengan  elektroda pada salah satu ujungnya. Kekuatan baterai generator, dan kotak logam tipis mengelilingi keduanya dan generator. Kabel menghubungkan generator ke jantung.

            Generator alat pacu jantung itu mengirimkan pulsa listrik yang memperbaiki atau mengatur irama jantung Anda. Sebuah chip komputer angka apa jenis pulsa elektrik untuk dikirim ke hati dan ketika orang-pulsa dibutuhkan. Untuk melakukan ini, chip komputer menggunakan informasi yang diterimanya dari kabel terhubung ke jantung. Hal ini juga dapat menggunakan informasi dari sensor di kabel yang mendeteksi gerakan Anda, suhu darah, pernapasan, atau faktor lain yang menunjukkan tingkat aktivitas fisik. Dengan begitu, dapat membuat jantung Anda berdetak lebih cepat ketika Anda berolahraga.

            Chip komputer juga mencatat aktivitas listrik jantung Anda dan irama jantung. Dokter Anda akan menggunakan rekaman ini untuk mengatur alat pacu jantung sehingga bisa bekerja lebih baik pastikan Anda memiliki irama jantung normal. Dokter Anda dapat program komputer dalam alat pacu jantung tanpa harus menggunakan jarum atau langsung menghubungi alat pacu jantung.
Kabel di alat pacu jantung Anda mengirimkan pulsa listrik ke dan dari hati dan generator. Alat pacu jantung memiliki satu untuk tiga kabel yang masing-masing ditempatkan dalam ruang yang berbeda dari jantung.
Kabel di alat pacu jantung bilik tunggal biasanya membawa pulsa antara ventrikel kanan (ruang kanan bawah jantung Anda) dan generator.
Kabel di alat pacu jantung dual-chamber membawa pulsa antara atrium kanan dan ventrikel kanan dan generator. Pulsa membantu mengkoordinasikan waktu kontraksi ini dua kamar '.
    Kabel di alat pacu jantung triple-ruang yang digunakan untuk kelemahan otot jantung dan membawa pulsa antara atrium dan ventrikel baik dan generator. Pulsa membantu mengkoordinasikan waktu dua ventrikel satu sama lain.
Jenis Programming Pacemaker
Ada dua jenis utama dari pemrograman untuk alat pacu jantung-demand mondar-mandir dan tingkat responsif mondar-mandir.
Sebuah alat pacu jantung permintaan memonitor irama jantung Anda. Hanya elektrik merangsang jantung Anda jika itu berdenyut terlalu lambat atau jika merindukan memukul.

            Sebuah alat pacu jantung tingkat responsif akan mempercepat atau memperlambat denyut jantung Anda, tergantung seberapa aktif Anda. Untuk melakukan ini, alat pacu jantung tingkat responsif memonitor sinus node rate, pernapasan, suhu darah, atau faktor lain untuk menentukan tingkat aktivitas Anda. Kebanyakan orang yang membutuhkan alat pacu jantung untuk terus mengatur kecepatan detak jantung mereka memiliki tingkat-responsif alat pacu jantung. Kembali ke Atas Apa Untuk Harapkan Selama Bedah Pacemaker

            Penempatan alat pacu jantung membutuhkan operasi kecil, yang biasanya dilakukan di rumah sakit atau laboratorium jantung perlakuan khusus. Anda akan diberikan obat yang tepat sebelum operasi yang akan membantu Anda rileks dan mungkin membuat Anda jatuh hampir tertidur. Dokter Anda akan memberikan bius lokal sehingga Anda tidak akan merasakan apa-apa di daerah di mana ia menempatkan alat pacu jantung.

            Pertama, dokter akan menempatkan jarum di pembuluh darah besar, biasanya di dekat bahu lawan tangan dominan Anda. Dokter kemudian akan menggunakan jarum untuk benang kabel alat pacu jantung ke dalam pembuluh darah dan ke lokasi yang benar di dalam hatimu.

            X-ray "film" dari kabel ketika mereka melalui vena Anda dan ke dalam hati Anda akan membantu dokter tempat Anda kabel. Setelah kabel berada di tempat, dokter akan membuat luka kecil di kulit dada atau perut. Dia kemudian akan menyelipkan alat pacu jantung generator / baterai kotak melalui dipotong, menempatkannya di bawah kulit Anda, dan hubungkan ke kabel yang mengarah ke jantung Anda. Setelah alat pacu jantung di tempat, dokter akan menjahit luka. Operasi keseluruhan memakan waktu beberapa jam.
Kembali ke Atas Apa Untuk Harapkan Setelah Operasi Pacemaker
Mengharapkan untuk tinggal di rumah sakit semalam sehingga detak jantung Anda dapat dipantau dan dokter Anda dapat memastikan alat pacu jantung Anda bekerja dengan benar. Anda mungkin harus mengatur perjalanan ke dan dari rumah sakit karena dokter Anda mungkin tidak ingin Anda untuk mengarahkan diri sendiri.
Selama beberapa hari sampai minggu setelah operasi, Anda mungkin mengalami nyeri, bengkak, atau nyeri di daerah di mana alat pacu jantung Anda ditempatkan. Rasa sakit biasanya ringan dan sering hilang dengan over-the-counter obat-obatan. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat nyeri.
Dokter Anda juga dapat meminta Anda untuk menghindari kegiatan aktif dan angkat berat selama sekitar sebulan. Kebanyakan orang kembali ke kegiatan normal dalam beberapa hari menjalani operasi alat pacu jantung. Kembali ke Atas Apa Apakah Resiko Bedah alat pacu jantung?
Kesempatan Anda memiliki masalah dari operasi alat pacu jantung kurang dari 5 persen. Masalah-masalah ini dapat mencakup:


Pembengkakan, perdarahan, memar, atau infeksi di daerah di mana alat pacu jantung ditempatkan
            Pembuluh darah atau kerusakan saraf Sebuah paru-paru runtuh Sebuah reaksi buruk terhadap obat yang digunakan untuk membuat Anda tidur selama prosedur Infeksi yang dapat menjadi sulit untuk mengobati
Kembali ke Atas Bagaimana Apakah alat pacu jantung yang Mempengaruhi Gaya hidup saya?

            Setelah Anda memiliki alat pacu jantung, Anda harus menghindari kontak dekat atau lama dengan perangkat listrik atau perangkat yang memiliki medan magnet kuat. Perangkat yang eksposur dekat dan berkepanjangan dapat mengganggu alat pacu jantung meliputi:
Ponsel
iPod
Peralatan, seperti oven microwave
Tinggi ketegangan kabel
Detektor logam
Industri
tukang las
Listrik generator
Perangkat ini dapat mengganggu sinyal listrik alat pacu jantung dan berhenti dari bekerja dengan benar. Anda mungkin tidak dapat mengatakan apakah alat pacu jantung Anda telah terpengaruh. Bagaimana mungkin sebuah perangkat adalah untuk mengganggu alat pacu jantung Anda tergantung pada berapa lama Anda terkena itu dan seberapa dekat itu adalah untuk alat pacu jantung Anda.
Untuk berada di sisi yang aman, beberapa ahli merekomendasikan tidak meletakkan ponsel Anda atau iPod di saku baju atas alat pacu jantung Anda (jika mereka dihidupkan). Anda mungkin ingin untuk memegang ponsel ke telinga yang berlawanan situs di mana alat pacu jantung yang ditanamkan. Jika Anda tali iPod Anda pada lengan Anda saat mendengarkan itu, menaruhnya di lengan terjauh dari alat pacu jantung Anda.
Anda masih dapat menggunakan peralatan rumah tangga, tapi menghindari paparan dekat dan berkepanjangan, karena dapat mengganggu alat pacu jantung Anda.
Anda dapat berjalan melalui detektor logam sistem keamanan pada kecepatan normal Anda. Anda juga dapat diperiksa dengan tongkat detektor logam selama itu tidak diadakan terlalu lama atas situs alat pacu jantung Anda. Anda harus menghindari duduk atau berdiri dekat dengan detektor logam keamanan sistem.
Tetap minimal 2 meter dari tukang las industri atau generator listrik.
Anda juga perlu menghindari beberapa prosedur medis yang dapat mengganggu alat pacu jantung Anda. Prosedur ini meliputi:
Magnetic Resonance Imaging (juga disebut MRI)Shock-wave lithotripsy untuk menyingkirkan batu ginjal Electrocauterization untuk menghentikan pendarahan selama operasi
Biarkan semua dokter Anda, dokter gigi, dan teknisi medis tahu bahwa Anda memiliki alat pacu jantung. Anda perlu juga memberitahu screeners bandara. Dokter Anda dapat memberikan kartu yang menyatakan jenis alat pacu jantung Anda miliki. Membawa kartu ini dalam dompet Anda. Aktivitas Fisik
Dalam kebanyakan kasus, memiliki alat pacu jantung tidak akan membatasi Anda dari melakukan olahraga dan olahraga, termasuk kegiatan berat. Anda mungkin harus menghindari olahraga penuh kontak, seperti sepak bola. Kontak tersebut dapat merusak alat pacu jantung atau terguncang lepas kabel di dalam hatimu. Tanyakan dokter anda berapa banyak dan apa jenis aktivitas fisik yang aman untuk Anda. Tindak
Dokter Anda akan ingin memeriksa alat pacu jantung Anda secara teratur. Seiring waktu, alat pacu jantung dapat berhenti bekerja dengan benar karena:
Kabel nya bisa copot atau rusak Baterai gagal Anda penyakit jantung berlangsung Perangkat memberikan dari gelombang listrik, magnetik, atau radio yang kuat telah mengganggu sinyal listrik yang
Untuk memeriksa alat pacu jantung, dokter mungkin meminta Anda untuk datang untuk mengunjungi kantor beberapa kali dalam setahun. Beberapa fungsi alat pacu jantung dapat diperiksa jarak jauh melalui panggilan telepon atau sambungan komputer ke Internet. Dokter Anda mungkin juga meminta Anda untuk memiliki EKG (elektrokardiogram) untuk memantau perubahan dalam aktivitas listrik jantung Anda. Penggantian Baterai
Pacemaker baterai terakhir antara 5 dan 15 tahun, tergantung pada seberapa aktif alat pacu jantung tersebut. Dokter Anda akan menggantikan generator bersama dengan baterai sebelum baterai mulai melemah. Penggantian baterai generator / adalah operasi kurang terlibat dari operasi asli untuk menanamkan alat pacu jantung.
 Kabel dari alat pacu jantung Anda mungkin juga perlu diganti akhirnya. Dokter anda dapat memberitahu Anda apakah Anda perlu mengganti alat pacu jantung atau kawat nya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar